2 Agustus 2011 - 19:30

Aksi demonstrasi rakyat Bahrain terus bergulir, Wafaq mengajukan protes pada pemerintah Ali Khalifah. Ketiadaan perhatian Ali Khalifah atas permintaan masyarakat menjadikan kondisi semakin labil. Kisah campur tangan anak Ali Khalifah dalam penyiksaan para tahanan. Tindakan tidak manusiawi Ali Khalifah demi menjaga keutuhan kekuasaannya. Bertambahnya jumlah penduduk yang ikut berdemonstrasi. Pengumuman hasil dialog yang diadakan Ali Khalifah. Proposal Organisasi Hak Asasi Manusia untuk melakukan penelitian atas pengeluaran para pekerja di Bahrain. Usaha Arab Saudi untuk membumi hanguskan kelompok Revolusioner Arab. Revolusi Bahrain akan semakin menyala di Bulan Ramadhan.

Menurut Kantor Berita ABNA, rakyat Bahrain kembali turun kejalan dalam aksi damai mereka pada hari jumat terakhir bulan Sya’ban. Aksi ini direncanakan digelar dihadapan keduataan besar Amerika dan Arab Saudi namun gagal, mereka mengungkapkan protes mereka pada dua Negara yang turut campur di  Negara mereka tersebut.

Berikut adalah ulasan hari ke 166 perjuangan masyarakat Bahrain.

Kelanjutan aksi damai Masyarakat Bahrain

Selesai melaksanakan Shalat Subuh kampung-kampung dan juga berbagai daerah yang lain seperti Daiyah, Sanabas, dan lain-lain telah menjadi saksi bisu aksi damai mereka. Mereka menginginkan tumbangnya pemerintahan Ali Khalifah. Pasukan Ali Khalifah menggunakan tembakan gas air mata untuk memporak-porandakan mereka.

Di kawasan Biladul Qadim juga berlangsung aksi damai diantara kepingan bangunan masjid yang sudah dirusak mereka juga melakukan shalat disana. Masjid ini adalah masjid yang telah dirusak oleh pasukan Arab Saudi.

Kritikan pedas Wafak pada pemerintahan Ali Khalifah.

Dalam aksi damai hari ini masyarakat Bahrain di kawasan Ad-Daraz perwakilan Wafak menyampaikan protes keras atas upaya Ali Khalifah dalam menjauhkan masyarakat dari tujuan mereka.

Menjawab seruan dari Wafak masyarakat berduyun-duyun bergabung dalam aksi damai dari bundaran Sara.

Dalam kesempatan ini Khalil Marzuq perwakilan Wafak Bahrain menuntut keras atas upaya Ali Khalifah dalam menjauhkan rakyat dari cita-cita mereka.

Dalam suatu kesempatan dia menjelaskan bahwa keinginan masyarakat itu sangat jelas dan segala upaya untuk menjauhkan masyarakat dari keinginan mereka sebaliknya malah akan menjadikan mereka semakin bersemangat. Dia menegaskan bahwa berbagai serangan yang telah dilakukan pemerintah Ali Khalifah dalam beberapa bulan terakhir dilakukan dengan terprogram dan terperinci.

Semakin Pemerintah tidak memperhatikan permintaan masyarakat maka masyarakat akan semakin menjadi.

Tidak adanya perhatian pemerintah pada permintaan Masyarakat dan juga berbagai upaya untuk membungkam mereka semakin memperuncing keadaan di Bahrain.

Kubu Wafak Islami Bahrain meminta masyarakat untuk mengadakan aksi damai dengan tema “Persatuan rakyat adalah sumber kekuatan”

Pihak kelompok 14 Februari juga memberi pernyataan mengajak masyarakat untuk melakukan aksi didepan kedutaan Amerika di Manamah.

Muhammad bu Abdullah seorang aktivis politik Bahrain dengan mengisyaratkan pada keinginan partai muslim Nasional Wafak dan juga kelompok 14 Februari yang menginginkan diadakan aksi demonstrasi bersama mengingatkan bahwa segala kebijakan yang diambil pemerintah Bahrain didasarkan pada tidak adanya perhatian mereka pada berbagai tuntutan yang sudah diajukan pemerintah.

Kisah campur tangan anak Ali Khalifah pada penyiksaan para tahanan.

Salah satu sumber berita Bahrain kemarin mengungkapkan Syaikh Nasir bin Hamid anak raja Bahrain secara langsung telah menyiksa beberapa tahanan, diantara korban yang dia siksa adalah Syaikh Habib Miqdad pimpinan persatuan Zahra as.

Tindakan tidak manusiawi dari pemerintah Ali Khalifah. demi mempertahankan kekuasaan

Aktivis politik Bahrain menyatakan bahwa pemerintah Ali Khalifah menghalalkan segala cara untuk tetap menjaga kekuasaanya. Bahkan cara-cara yang tidak manusiawi pun dipakai oleh mereka. Ini dilakukan tidak lain adalah untuk menjaga kekuasaan dari keruntuhan.

Hani Rais menilai peran serta anak Ali Khalifah dalam penyiksaan para tahanan sebagai suatu hal yang tidak aneh. Dia berkata, “ Semua tindakan ini adalah berbagai bentuk penyelewengan atas nilai kemanusiaan dan semua itu sudah dicatat untuk dibawa ke Mahkamah Internasional.

Ali Khalifah telah merobek hak-hak masyarakatnya dengan merusak mesjid, membakar Qur’an dan semacamnya, dengan bantuan masyarakat yang merekam semua tindakan yang bertentangan dengan hak-hak asasi manusia ini serta bantuan para ahli hak-hak asasi manusia bisa untuk menyeret Ali Khalifah pada meja hijau kehakiman.

Semakin bertambahnya jumlah masyarakat yang bergabung dengan kubu revolusi dalam aksi-aksi demonstrasi.

Ja’far Alawi salah satu aktivis politik Bahrain memperkirakan bahwa dengan ajakan Al-Wafak dan juga kelompok 14 Februari maka jumlah masyarakat yang ikut dalam aksi semakin bertambah.

Dia menilai bahwa aksi didepan kedutaan Amerika sebagai aksi terpenting, dia berkata bahwa penyebab utama segala kesengsaraan di Bahrain adalah Amerika. Amerika berpengaruh secara langsung didalam hal ini.

Penyampaian hasil dialog terakhir komite buatan pemerintah.

Kemarin pada hari kamis telah disampaikan hasil secara sempurna dari dialog yang dilakukan walaupun sebelum dialog dimulai Kelompok penentang utama Al-Wafak telah meninggalkan ruang dialog.

Permintaan Organisasi Dunia pembela hak-hak asasi manusia untuk meneliti masalah pengeluaran para pekerja di Bahrain.

Organisasi Internasional Pembela Hak-hak Asasi manusia meminta pada pemerintah Bahrain untuk mengijinkan mereka menganalisa sebab-sebab dikeluarkannya sekitar dua ribu pekerja sejak bulan Maret sampai sekarang ini. Organisasi ini menyatakan bahwa sebab dikeluarkannya mereka dari tempat pencarian nafkah adalah karena keikutsertaan mereka dalam aksi damai menuntut perbaikan dalam Negri Bahrain. Menurut organisasi ini pengeluaran para pekerja secara semena-mena ini adalah bentuk cacat atas hukum berkaitan hak-hak asasi manusia di Bahrain. Organisasi ini meminta agar para pekerja tadi dikembalikan ke meja kerja mereka masing-masing.

Usaha Arab Saudi dalam rangka menghapus para kaum revolusioner Arab.

Anggota konggres bantuan untuk masyarakat Bahrain mengabarkan bahwa Arab Saudi untuk mencegah agar api revolusi tidak menjalar ke negaranya maka mereka berusaha membumi hanguskan para revolusioner Arab di Bahrain.

Fuad Ibrahim menekankan bahwa Masyarakat Bahrain walau sudah mendengar berbagai isu tapi mereka tetap bersikeras memperjuangkan tuntutan mereka di tempat perkumpulan mereka.

Revolusi Bahrain di Bulan Ramadhan semakin menyala.

Yayasan urusan teluk Persia di Washington berkata, ”Bantuan berupa pengirimanan pasukan ke Bahrain adalah agar mereka bisa memusnahkan bibit-bibit revolusi yang menentang pemerintah.”

Long march kearah kedutaan Amerika tidak jadi dilaksanakan.

Dikawasan Biladul Qadim dan Zanj terjadi perseteruan antara masyarakat revolusioner dengan aparat keamanan sesuai rencana sebelumnya akan menuju kedutaan Amerika. Namun karena ada halangan itu mereka tidak bisa mencapai gedung kedutaan Amerika di Manamah.

Pernyataan terbaru Al-Wafak

Organisasi ini diakhir aksi damai bersama masyarakat mengeluarkan pernyataan bahwa masyarakat semestinya tidak berhenti sebelum mendapatkan perdana menteri dan juga pemerintahan baru sesuai dengan  keinginan masyarakat Bahrain, ini adalah tuntutan utama yang diajukan Wafak(*)